ARTI TAUHID

Cahaya-Senja-Awan-yogya-Ciptaan-Tuhan-Allah-SWT

Bias Cahaya Senja yang Diabadikan

Tauhid menurut bahasa berarti mengetahui dengan sebenarnya bahwa sesuatu itu satu. Tauhid adalah satu keyakinan dan kesaksian bahwa tidak ada Tuhan selain Allah (Ismail Raji al Faruqi,1988: 9). Namun tauhid bukan hanya keyakinan dan kesaksian tetapi nilai-nilai tauhid itu hendaklah diwujudkan dalam bentuk pemikiran dan sikap hidup.

Mengenal Allah (ma’rifatullah) adalah pokok tauhid. Untuk mengenal Allah itu kepada manusia diberikan akal dan juga wahyu. Haji Gusti Abdul Muis berpendapat bahwa akal berfungsi untuk berpikir dan merenung, akal dan wahyu harus betul-betul berfungsi dalam kehidupan manusia. Daerah berpikir yang diizinkan adalah wilayah yang mampu akal mencapainya yaitu merenungkan segala sesuatu yang diciptakan Allah, baikyang ada di langit, di bumi, dalam diri manusia, maupun mengenai sosial kemasyarakatan. Islam tidak pernah memberi kelonggaran memikirkan Zat Allah, karena Zat Allah berada di luar kemampuan akal untuk mencapainya (Gusti Abdul Muis, 1988: 32-37).

Sumber : Rabiatul Aslamiah

Baca ini?

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

*

Blog Directory