Archive for the ‘Renungan Malam’ Category

Bangsa Indonesia | Renungan Malam (5)

Tanah air ini tertatih-tatih memikul penderitaan rakyat kecil yang tidak kunjung berhenti. Ratapan dan tangis di hati kecil mereka seolah-olah terlihat di atas negeri ini mengepul dan menggumpal ke langit bagaikan awan putih yang samar. Wajah mereka merunduk tapi hati mereka menghadap ke atas menyampaikan doa, yang doa itu bagaikan anak panah yang melesat kelangit [...]

Mengungkap yang Samar | Renungan Malam (4)

Manusia melihat dengan mata indera. Kesadaran manusia yang masih melihat dengan alat indera ini kesadarannya masih rendah. Manusia bijak melihat kehidupan ini tidak hanya dengan mata indrawi tapi juga dengan mata batin (hati). Mata batin inilah yang lebih banyak berperan dalam menuntun hidupnya. Kepekaan sebagai dasar ini disebut kacamata batin fungsinya untuk melihat alam makna. [...]

CINTA SEJATI | Renungan Malam (3)

Sepanjang hidup manusia merupakan pengembaraan, perjalanan yang amat sangat jauh dan melelahkan. Yaitu, perjalanan menuju ke dalam batin sendiri. Di dalam perjalanan suci itu memerlukan simbul dan sarana untuk mengejowantahkan maksut, kehendak dan tujuan karena ini perjalanan suci.

Manusia dan Keadaannya | Renungan Malam (1)

Tulisan ini saya tulis ketika malam ketika saya bingung mau apa kemudia saya coba menulis menuruti suasana hati dan pikiran mau kemana tulisan itu menorehkan maksunya. Dan, tulisan ini ditulis ketika perjalanan yang melelahkan mengembara ke relung jiwa pergi kemana-mana sekehendak hatinya menuju luasnya langit yang tidak terbatas. Hidup manusai diibaratkan seperti air. Seperti air [...]

Takdir dalam takdir | Renungan Malam (2)

Dalam kitab Al-Hikam disebutkan, “Hasrat kuat hamba tidak akan bisa merobohkan dinding takdir.” Artinya hakikat perubahan itu sendiri juga takdir. Dan hakikatnya berubahnya sebuah takdir bukan karena hasrat hamba, tetapi karena Kehendak Allah Ta’ala, kemudian sang hamba ditakdirkan berijkhtiar, agar siap menerima perubahan takdir berikutnya. Tetapi secara syariat, seorang hamba diharuiskan berikhtiar, berdoa, mohon ampun, [...]

Blog Directory